Batas Pertanggungjawaban Perdata atas Kematian Jemaah Haji

Authors

  • Ihsan Hanafi Universitas Safin Pati Author
  • Ni Nyoman Tri Partini Universitas Safin Pati Author

Keywords:

Asuransi, Force Majeure, Haji, Tanggung Jawab, Wanprestasi

Abstract

This study aims to formulate the boundary of the civil liability of Hajj organizers for pilgrims who die during the performance of the pilgrimage under Indonesian positive law. Civil liability disputes frequently arise because the death of a pilgrim is not always attributable to the organizer's negligence but may result from natural risks, advanced age, comorbidities, or force majeure. This situation demonstrates the absence of clear normative parameters distinguishing the organizer's legal responsibility from risks that cannot legally be imposed upon it. Accordingly, this study is significant in providing legal certainty while ensuring a balanced protection of pilgrims as consumers and fairness for Hajj organizers. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches by examining the Indonesian Civil Code, the Consumer Protection Law, and the Law on the Organization of Hajj and Umrah, including its latest amendment. The novelty of this study lies in the development of a normative framework integrating the doctrines of breach of contract, unlawful acts, force majeure, and Hajj insurance as a risk-transfer mechanism to determine the organizer's liability. The findings reveal that civil liability arises only when the death of a pilgrim is proven to result from the organizer's breach of contract or unlawful act, whereas deaths caused by natural risks or force majeure fall outside the organizer's liability and are resolved through Hajj insurance compensation, thereby promoting legal certainty and proportional legal protection for all parties.

 

Penelitian ini bertujuan merumuskan batas pertanggungjawaban perdata penyelenggara ibadah haji terhadap jemaah yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah berdasarkan hukum positif di Indonesia. Persoalan pertanggungjawaban sering menimbulkan sengketa karena kematian jemaah tidak selalu disebabkan oleh kelalaian penyelenggara, melainkan dapat terjadi akibat risiko alamiah, usia lanjut, penyakit penyerta, maupun keadaan memaksa (force majeure). Kondisi tersebut menunjukkan belum adanya parameter normatif yang secara tegas membedakan tanggung jawab penyelenggara dengan risiko yang secara hukum tidak dapat dibebankan kepadanya. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus mewujudkan keseimbangan antara perlindungan jemaah sebagai konsumen dan keadilan bagi penyelenggara. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, melalui analisis terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, serta Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah beserta perubahan terakhirnya. Kebaruan penelitian terletak pada konstruksi normatif yang mengintegrasikan doktrin wanprestasi, perbuatan melawan hukum, force majeure, dan asuransi haji sebagai instrumen pengalihan risiko dalam menentukan batas pertanggungjawaban penyelenggara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban perdata hanya lahir apabila kematian jemaah terbukti disebabkan oleh wanprestasi atau perbuatan melawan hukum penyelenggara, sedangkan kematian akibat risiko alamiah atau force majeure diselesaikan melalui mekanisme santunan asuransi haji sehingga tercipta kepastian hukum dan perlindungan yang proporsional bagi seluruh pihak.

References

Al’anam, Muklis. “Teori Keadilan Perspektif Gustav Radbruch: Hubungan Moral Dan Hukum.” Jurnal Humaniora 9, no. 1 (2025): 119–33. https://doi.org/10.30601/humaniora.v9i1.6393.

Alfiana, Alfiana, and Mustafa Mustafa. “Hak Keperdataan Calon Jemaah Haji Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus.” AL-SYAKHSHIYYAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Dan Kemanusiaan 1, no. 2 (2019). https://media.neliti.com/media/publications/323618-hak-keperdataan-calon-jemaah-haji-dalam-f21722c2.pdf.

Ansori, Muhammad Lathoif Ghozali, and Abu Yasid. “Pengelolaan Asuransi Haji Perspektif Maqashid Syari’ah.” Jurnal Istiqro: Jurnal Hukum Islam, Ekonomi Dan Bisnis 10, no. 2 (2024): 177–93. https://doi.org/10.30739/istiqro.v10i2.3108.

Badri, Syaiful, Pristika Handayani, and Tri Anugrah Rizki. “Ganti Rugi Terhadap Perbuatan Melawan Hukum Dan Wanprestasi Dalam Sistem Hukum Perdata.” Jurnal USM Law Review 7, no. 2 (2024). https://doi.org/10.26623/julr.v7i2.9440.

Benuf, Kornelius, and Muhamad Azhar. “Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Gema Keadilan 7, no. 1 (2020): 20–33. https://doi.org/10.14710/gk.2020.7504.

Dharmayuda, Made Surya, Anak Agung Sagung Laksmi Dewi, and I Gusti Ayu Agung Gde Pradnyani Dinar. “Penyelesaian Wanprestasi Perjanjian Jasa Wedding Organizer Akibat Force majeure.” Analogi Hukum 4, no. 2 (2022): 130–35. https://www.ejournal.warmadewa.ac.id/index.php/analogihukum/article/view/5289.

Evi, Evi. “Defining Concept of The Force majeure in Fullfillment of Obligation During Covid-19 Pandemic.” Jurnal Suara Hukum 3, no. 2 (2021): 382–406. https://doi.org/10.26740/jsh.v3n2.p382-406.

Flora, Erica, and Elfrida Ratnawati. “Indikasi Jual Rugi Untuk Menyingkirkan Pelaku Usaha Lainnya Berdasarkan Uu No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Authors.” UNES LAW REVIEW 6, no. 1 (2023). https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i1.1052.

Hidayat, Wahyu, and Agus Sarono. “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Jasa Umroh/Haji Dalam Perbuatan Melawan Hukum.” Notarius 15, no. 1 (2022). https://doi.org/10.14710/nts.v15i1.46069.

Indonesia. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (2025). https://peraturan.bpk.go.id/Download/393571/UU Nomor 14 Tahun 2025.pdf.

Mahardika, Ahmad Gelora, I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, and Lego Karjoko. “The Implementation of Human Rights in Indonesia Based on the 1945 Constitution.” Jurnal HAM 13, no. 3 (2022): 479–494. https://doi.org/10.30641/ham.2022.13.479-494.

Mulyadi, Kiking, Aden Rosadi, and Usep Saepullah. “Pelimpahan Kuota Jamaah Haji Yang Meninggal Kepada Ahli Waris.” Desentralisasi: Jurnal Hukum, Kebijakan Publik, Dan Pemerintahan 2, no. 3 (2025): 85. https://doi.org/10.62383/desentralisasi.v2i3.781.

Purba, Nelvitia, Ismed Batubara, Zaenal Arifin, and Bahmid Bahmid. Metodologi Penelitian Hukum. 1st ed. Medan: Pustaka Media Publishing, 2024.

Putri, Audrey Bilbina, Jocelyn Cherieshta, and Rasji Rasji. “Penguraian Konsep Tanggung Jawab Dalam Filsafat Hukum: Dari Dimensi Individu Ke Masyarakat.” Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial 10, no. 4 (2024): 570–74. https://doi.org/10.5281/zenodo.11108929.

Rosidin, Ahmad. “Tanggung Jawab Hukum Perdata Travel Penyelenggara Ibadah Umrah Terhadap Wanprestasi Dalam Perjanjian Perjalanan Ibadah Umrah.” Pakuan Law Review, 2025. https://sihojurnal.com/index.php/pakehum/article/view/912.

Saputra, Adrian Avan Rizqy, and Arikha Saputra. “Pelaksanaan Program Asuransi Kesehatan Bagi Peserta Ibadah Haji Dan Umroh Pada PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera Cabang Semarang.” Collegium Studiosum Journal 6, no. 1 (2023): 272–80. https://doi.org/10.56301/csj.v6i1.909.

Sofian, Muhamad, Kasiman, and Said Munawar. “Sistem Jaminan Kesehatan Nasional Dalam Upaya Perlindungan Hak Asasi Manusia Bagi Warga Negara Indonesia.” Jurnal Riset Dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia 2, no. 2 (2023). https://doi.org/10.37631/jrkhm.v2i2.22.

Sulastri, Sulastri, Novita Listyaningrum, and Baiq Nuraini Dwi S. “Perlindungan Hukum Calon Jemaah Haji Dan Umrah Pada Masa Pandemi Covid-19 Berdasarkan Undang-Undang Nomor 08 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji Dan Umrah.” Jurnal Risalah Kenotariatan 5, no. 2 (2024). https://doi.org/10.29303/risalahkenotariatan.v5i2.252.

Tan, Dian Agung Wicaksono. “Metode Penelitian Hukum: Mengupas Dan Mengulas Metodologi Dalam Menyelenggarakan Penelitian Hukum.” Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 8, no. 8 (2021): 2463–78. https://doi.org/10.31604/jips.v8i8.2021.2463-2478.

Widiayunita, Miranti. “Pertanggungjawaban Hukum Biro Penyelenggara Perjalanan Haji Khusus Terhadap Pelaksanaan Perjanjian Pemberangkatan Calon Jamaah Haji Khusus.” Innovative: Journal of Social Science Research 3, no. 5 (2023): 6737–47. https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/5880.

Yuniar, Putri Haliza, Endah Pujiastuti, Zaenal Arifin, and Sonny Hendraprasanto. “Perlindungan Hukum Pengguna Sepeda Listrik Di Kota Semarang.” Jurnal USM Law Review 9, no. 1 (2026): 256–72. https://doi.org/10.26623/julr.v9i1.13832.

Downloads

Published

2026-08-06

How to Cite

Batas Pertanggungjawaban Perdata atas Kematian Jemaah Haji. (2026). Journal Ius Commercium (JIC), 1(1), 52-64. https://journals.triazpustaka.id/jic/article/view/121