Pertanggungjawaban Berlapis Prajurit atas Tindak Pidana Judi Online
Keywords:
Hukum Militer, Judi Online, Pertanggungjawaban Pidana, PrajuritAbstract
This study aims to analyse the layered liability framework applicable to members of the Indonesian National Armed Forces (TNI) involved in online gambling offences and to formulate a law enforcement model through the military justice system that is responsive to the development of cybercrime. The rapid expansion of online gambling has penetrated the military environment and generated legal uncertainty due to the concurrent application of the National Criminal Code, the Electronic Information and Transactions Law, the Military Discipline Law, the Military Justice Law, and the Indonesian National Armed Forces Law, creating overlapping legal responsibilities. This condition highlights the urgency of developing a coherent legal framework capable of integrating criminal and disciplinary liability within a single legal system. This research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and case approaches, supported by descriptive-analytical legal analysis through grammatical, systematic, and teleological interpretation. The novelty of this research lies in the formulation of the Layered Liability concept as an integrated legal model combining criminal law, military disciplinary law, and the military justice system into a complementary framework. The findings reveal that soldiers involved in online gambling may simultaneously incur criminal and disciplinary liability without violating the ne bis in idem principle. Furthermore, effective law enforcement requires regulatory harmonisation, strengthened electronic evidence standards, enhanced digital forensic capacity, and institutional coordination to ensure legal certainty while maintaining military professionalism and institutional integrity.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan pertanggungjawaban berlapis terhadap prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang melakukan tindak pidana judi online serta merumuskan model penegakan hukum melalui sistem peradilan militer yang adaptif terhadap perkembangan kejahatan siber. Fenomena judi online yang semakin berkembang telah menjangkau lingkungan militer dan menimbulkan persoalan hukum karena berlakunya secara bersamaan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Nasional, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, Undang-Undang Hukum Disiplin Militer, Undang-Undang Peradilan Militer, dan Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih pertanggungjawaban hukum. Kondisi tersebut menunjukkan urgensi perlunya konstruksi hukum yang mampu mengintegrasikan pertanggungjawaban pidana dan pertanggungjawaban disiplin dalam satu sistem yang harmonis. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus yang dianalisis secara deskriptif-analitis melalui penafsiran gramatikal, sistematis, dan teleologis. Kebaruan penelitian terletak pada perumusan konsep Layered Liability sebagai model pertanggungjawaban berlapis yang mengintegrasikan hukum pidana, hukum disiplin militer, dan sistem peradilan militer sebagai satu kesatuan yang saling melengkapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prajurit pelaku judi online dapat dimintai pertanggungjawaban pidana dan pertanggungjawaban disiplin secara bersamaan tanpa melanggar asas ne bis in idem, sedangkan model penegakan hukum yang efektif memerlukan harmonisasi regulasi, penguatan pembuktian elektronik, peningkatan kapasitas forensik digital, serta koordinasi antarlembaga guna menjamin kepastian hukum dan profesionalisme institusi militer.
References
Arum, Nurreka Sekar, and Benny Sumardiana. “Implementasi Pasal 303 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Terhadap Pembaruan Regulasi Perjudian Online Di Indonesia (Studi Putusan Nomor 111/Pid.B/2022/PN. Bkt).” Amnesti: Jurnal Hukum 7, no. 1 (2025): 81–94. https://doi.org/10.37729/amnesti.v7i1.6166.
Ashari, Dedi Agus, Sulistyowati Irianto, and Ade Adhari. “Reconception of the Law Enforcement Towards Online Gambling in Indonesia: Responding to Transnational Cybercrime Challenges.” Lexovate Journal, 2025. https://doi.org/10.61796/lexovate.v2i4.1365.
Benuf, Kornelius, and Muhamad Azhar. “Metodologi Penelitian Hukum Sebagai Instrumen Mengurai Permasalahan Hukum Kontemporer.” Gema Keadilan 7, no. 1 (2020): 20–33. https://doi.org/10.14710/gk.2020.7504.
Chamim, Mochammad, Kusno Widodo, Sugeng Riyadi, Padri Achyarsyah, and Faisal. “The Role of Digital Evidence in Criminal Law Enforcement: Challenges of Authentication and Admissibility in Court.” Research Horizon 5, no. 6 (2025): 2987–98. https://doi.org/10.54518/rh.5.6.2025.2987-2998.
Darmawan, Franky Satrio, and Dian Andriawan Daeng Tawang. “Penerapan Asas Lex Specialis Derogat Legi Generali Terhadap Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik Dalam Tindak Pidana Perjudian Togel Secara Online (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 599/Pid.B/2018/PN.Jkt.Utr).” ADIGAMA 1, no. 2 (2019). https://doi.org/10.24912/adigama.v1i2.2844.
Gainsbury, Sally M. “Online Gambling Addiction: The Relationship Between Internet Gambling and Disordered Gambling.” Current Addiction Reports 2, no. 2 (2015): 185–93. https://doi.org/10.1007/s40429-015-0057-8.
Hananto, Saiful, Ermania Widjajanti, and Tri Agus Suswanto. “Analisis Yuridis Tindak Pidana Judi Online Dalam Perspektif Kriminologi: Studi Kasus Putusan Pengadilan Militer Nomor 272-K/PM.II-08/AD/XII/2023.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 4 (2025): 3464–69. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.1700.
Jaeni, Ahmad, Prastopo, and Jefriansen Sipayung. “Urgensi Dan Strategi Penegakan Hukum Siber Dalam Lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Terhadap Fenomena Judi Online Di Kalangan Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI).” Jurnal Ilmu Multidisiplin 4, no. 5 (2025): 3616–29. https://doi.org/10.38035/jim.v4i5.1538.
Maswandi, Maswandi. “Competence of Military Justice in Criminal Disputes of Servicemen.” International Asia of Law and Money Laundering 4, no. 3 (2025). https://doi.org/10.59712/iaml.v4i3.140.
Purba, Nelvitia, Ismed Batubara, Zaenal Arifin, and Bahmid Bahmid. Metode Penelitian Hukum. Edited by Joharsah Joharsah. Medan: Pustaka Media Publishing, 2024.
Rahmat, Fariz Hannan. “Juridical Analysis of Online Gambling as a Challenge to Realizing Inclusive Digital Transformation in Indonesia.” In The 7th Open Society Conference (OSC). Universitas Terbuka, 2025. https://doi.org/10.33830/osc.v1i1.6991.
S, Ujang Charda. “Typology of Legal Research Methods In Normative And Sociological Thinking.” Fox Justi: Jurnal Ilmu Hukum 12, no. 1 (2021). https://doi.org/10.58471/justi.v12i1.769.
Shah, Makhdoom Syed Muhammad Baqir, Shahzad Saleem, and Roha Zulqarnain. “Protecting Digital Evidence Integrity and Preserving Chain of Custody.” Journal of Digital Forensics, Security and Law 12, no. 2 (2017). https://doi.org/10.15394/jdfsl.2017.1478.
Surya, Ida, and Abdul Wahab. “Harmonisasi Peraturan Perundang Undangan Dalam Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik.” Journal Kompilasi Hukum 8, no. 2 (2023). https://doi.org/10.29303/jkh.v8i2.142.
Tresna, I Komang, Francis Maryane Pattynama, and Ahmad Heru Romadhon. “Legal Responsibility of Military Doctors in Indonesia: A Study of Military and Health Law.” Kasta: Jurnal Ilmu Sosial, Ekonomi, Agama, Budaya Dan Terapan 6, no. 1 (2026). https://doi.org/10.58218/kasta.v6i1.2519.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Bagja Andriyanto, Ni Nyoman Tri Partini (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
The journal holds the copyright for each article published with work licensed simultaneously under a Creative Commons Attribution 4.0 International License, which allows others to share the work with an acknowledgment of the authorship and early publication of the work in this journal.
